MSF Hadirkan Sinergi Lintas Sektor untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Inklusif

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Forum Zakat — Forum Zakat (FOZ) bersama Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI) berkolaborasi dengan pemerintah melalui Kemenko PM dan Bappenas dalam Workshop Multi-Stakeholder Forum (MSF) yang diselenggarakan di Kampus IPMI, Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2025). Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman tiga aliansi filantropi dengan Kemenko PM pada rangkaian FiFest 2025 lalu.

MSF hadir sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, filantropi, swasta, akademisi, dan masyarakat sipil untuk memperkuat tata kelola, memobilisasi sumber daya, dan memastikan kontribusi pembangunan yang lebih inklusif. Dalam kerangka strategisnya, MSF bertujuan menyatukan potensi berbagai inisiatif yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, agar terhindar dari fragmentasi dan duplikasi program.

Deputi Koordinator Masyarakat Desa Tertinggal Kemenko PM, Abdul Haris, menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat harus menjadi poros utama pembangunan nasional. Ia memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah seperti sekolah rakyat, program tiga juta rumah, hingga layanan kesehatan gratis, yang semuanya diarahkan untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. “Penanggulangan kemiskinan dimulai dari desa, dan negara harus bergeser dari sekadar proteksi sosial menuju pemberdayaan yang nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Bappenas melalui Arifin Rudiyanto menegaskan bahwa strategi pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan harus sejalan dengan kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Ia menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi inklusif, penguatan kualitas SDM, serta pembangunan berkelanjutan dengan pendekatan 5P SDGs: people, planet, prosperity, peace, dan partnership.

Dalam rancangan strategisnya, MSF dibangun di atas tiga pilar utama: (1) kolaborasi lintas sektor dan inisiasi program percontohan, (2) mobilisasi sumber daya dengan skema pembiayaan inovatif, serta (3) penguatan kapasitas lembaga filantropi melalui sistem monitoring, evaluation, and learning (MEL). Melalui pilar ini, MSF diharapkan dapat menjadi katalis ekosistem filantropi Indonesia yang terintegrasi, akuntabel, dan berdaya guna.

Keterlibatan FOZ dalam MSF menandai komitmen gerakan zakat nasional untuk berperan aktif dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Dengan kapasitas pengelolaan zakat yang telah menjangkau jutaan mustahik, FOZ dapat berkontribusi dalam integrasi program-program pemberdayaan berbasis zakat ke dalam agenda nasional, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat.

MSF sendiri menargetkan dalam lima tahun ke depan mampu menginisiasi proyek percontohan di berbagai wilayah, mendorong adopsi kebijakan filantropi yang lebih progresif, serta memobilisasi sumber daya kolektif hingga puluhan juta dolar. Lebih dari sekadar forum, MSF diharapkan menjadi model kolaborasi filantropi yang bisa direplikasi secara nasional maupun regional di kawasan ASEAN.