Pelepasan 225 Da’i ke Pelosok Negeri, Dewan Da’wah Tegaskan Komitmen Bangun Peradaban dari Pinggiran

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
pelepasan da'i ke pelosok negeri

Forum Zakat – Dalam upaya mewujudkan pembangunan moral dan spiritual bangsa menuju Indonesia Emas 2045, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia secara resmi melepas 225 da’i ke pelosok negeri dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Paragon Community Hub, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Kamis, 31 Juli 2025.

Para da’i tersebut akan ditugaskan ke 175 titik lokasi di 29 provinsi seluruh Indonesia, mulai dari daerah perbatasan hingga wilayah pedalaman yang masih minim akses dakwah dan pendidikan agama. Pelepasan massal ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah program pengiriman da’i yang telah dijalankan lebih dari 50 tahun oleh Dewan Da’wah.

Ketua Umum Dewan Da’wah, Dr. Adian Husaini, dalam sambutannya menggarisbawahi urgensi dakwah di daerah pelosok. Ia menyampaikan bahwa meski tahun ini mengirimkan 225 da’i, permintaan dari berbagai wilayah mencapai lebih dari 450 permintaan aktif. Ini menandakan bahwa kebutuhan akan dakwah, pendampingan masyarakat, dan pendidikan agama masih sangat tinggi di daerah-daerah tertinggal.

Baca Juga: LAZNAS Dewan Dakwah Luncurkan Super App ZPlus, Perkuat Layanan Digital Zakat Terintegrasi

“Para da’i ini bukan hanya mengajarkan Al-Qur’an, tapi juga mengajarkan matematika, bercocok tanam, hingga menjadi penggerak ekonomi dan sosial. Mereka adalah pejuang peradaban,” tegas Adian.

Ia juga menambahkan bahwa lulusan dari Perguruan Tinggi milik Dewan Da’wah hampir tidak ada yang menganggur, karena umumnya mereka sudah “dipesan” oleh daerah-daerah yang membutuhkan bahkan sebelum mereka lulus.

Kolaborasi Lintas Sektor: Dakwah adalah Tanggung Jawab Bersama

Komitmen untuk menyukseskan dakwah di pelosok juga datang dari berbagai pihak. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, mengapresiasi konsistensi program Dewan Da’wah. Menurutnya, pendekatan seperti ini sangat penting dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai spiritual.

“Ini bukan sekadar dakwah, tetapi upaya strategis untuk membangun ketangguhan masyarakat. Dan itu harus dilakukan secara kolaboratif,” ujar Waryono.

Senada, perwakilan dari Kementerian Desa, Ir. H. Ahmad Rizal Patria, M.B.E, juga menegaskan pentingnya pendidikan berbasis agama sebagai fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Sementara itu, Paragon Corp sebagai mitra swasta menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan dakwah ini sebagai bagian dari program beyond business, mencerminkan nilai sosial dan spiritual dalam strategi keberlanjutan perusahaan.

Baca Juga: LAZNAS Dewan Dakwah Lampung Bangun Sumur Bor untuk Warga Pulau Sekopong

Simbol dan Harapan: Bukan Hanya Dakwah, Tapi Perubahan Sosial

Dalam prosesi pelepasan, terdapat simbol-simbol bermakna yang menegaskan misi dakwah yang dibawa:

  • Al-Qur’an: Simbol pemberantasan buta huruf Al-Qur’an.
  • Bibit kelapa: Simbol pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lokalitas.
  • Bendera Merah Putih: Simbol semangat kebangsaan dan komitmen menjaga keutuhan NKRI.

Para da’i juga dibekali dengan pesan untuk senantiasa memanfaatkan teknologi digital dalam menyebarkan dakwah, menjaga niat yang ikhlas, serta menjadi teladan yang menumbuhkan harapan dan ketahanan sosial masyarakat.

Perjalanan Panjang Dakwah, Jejak Nyata di Lapangan

Sejak 2012, Dewan Da’wah telah mengirimkan lebih dari 1.100 da’i ke berbagai wilayah terpencil di Indonesia. Tak hanya mengajarkan ilmu agama, para da’i ini juga menginisiasi pembangunan masjid, mendirikan sekolah informal, serta menggagas program penyediaan air bersih dan sanitasi. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan dakwah tidak hanya berorientasi pada aspek ritual, tetapi menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Program Pelepasan Da’i ke Pelosok Negeri yang dipimpin oleh Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia ini menjadi tonggak penting dalam penguatan peradaban bangsa yang holistik yang tidak hanya dari sisi ekonomi dan teknologi, tetapi juga dari sisi moral dan spiritual.

Dengan kolaborasi lintas sektor, dukungan pemerintah, dan kontribusi masyarakat, diharapkan semangat dakwah ini terus tumbuh, menjangkau yang tak terjangkau, dan menjadi cahaya perubahan hingga pelosok negeri.