Forum Zakat — Di sudut Kampung Cihanjuang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cibaliung, berdiri sebuah kandang sederhana milik Pak Sardan. Meski tampak kecil, kandang ini menyimpan kisah besar tentang semangat, ketekunan, dan kemandirian pangan yang lahir dari zakat yang dikelola secara tepat sasaran.
Awalnya, Pak Sardan hanya memiliki satu ekor domba. Namun berkat kerja keras, pendampingan intensif dari fasilitator Desa LAZ Harfa, dan dukungan dari program pemberdayaan zakat, kini ia telah berhasil mengembangbiakkan ternaknya menjadi delapan ekor domba yang sehat dan produktif.
Transformasi ini tidak terjadi dalam semalam. Pendampingan yang dilakukan oleh fasilitator LAZ Harfa mencakup pelatihan dasar beternak, manajemen pakan, kebersihan kandang, serta pengelolaan hasil ternak untuk kebutuhan pangan keluarga. Tak hanya itu, sisa kotoran ternak yang dulunya dibuang kini diolah menjadi pupuk organik cair dan padat melalui proses fermentasi yang ramah lingkungan.
Pupuk tersebut digunakan untuk menyuburkan kebun pekarangan di depan rumahnya. Tanaman sayur dan rempah tumbuh berjejer rapi, menjadi sumber pangan harian sekaligus simbol kemandirian yang nyata. Program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap pasar dan mendorong ekonomi rumah tangga yang berkelanjutan.
Kisah Pak Sardan adalah contoh nyata bagaimana zakat dapat dioptimalkan menjadi solusi jangka panjang bagi ketahanan pangan. Melalui pendistribusian zakat produktif dan pendampingan berkelanjutan, LAZ Harfa menghadirkan dampak nyata dari kota hingga pelosok desa.
Dari kandang kecil di belakang rumah, lahir ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan harapan akan kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Mari terus dukung gerakan zakat untuk memberdayakan masyarakat desa. Bersama LAZ Harfa, kita hadirkan perubahan dari hulu ke hilir, dari ternak hingga dapur, dari harapan hingga kemandirian.









