Forum Zakat — Leaders Talk FOZ 2025 menghadirkan ParagonCorp dalam sesi inspiratif bertajuk “Membangun SDM Unggul di Lembaga Zakat: Menumbuhkan Manusia untuk Kebermanfaatan Tanpa Batas”. Disampaikan oleh M. Adi Yasir Maulana, Senior Head of Stakeholder Relations ParagonCorp, sesi ini memberikan pandangan komprehensif mengenai pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sebagai pondasi keberhasilan lembaga zakat.
Adi Yasir membuka pemaparan dengan mengutip pendiri Paragon, Subakat Hadi, bahwa “Sebuah organisasi hanya akan sebesar orang-orang di dalamnya.” Kalimat ini menjadi pengingat bahwa penguatan lembaga zakat tidak bisa dilepaskan dari kualitas manusianya.
Dalam paparannya, ParagonCorp menekankan bahwa SDM Unggul Lembaga Zakat bukan sekadar hasil dari pelatihan teknis semata. Namun, dibentuk dari pemenuhan kebutuhan dasar manusia, baik fisik, emosional, spiritual, hingga aktualisasi diri. Prinsip ini sejalan dengan teori kebutuhan Maslow yang menempatkan pertumbuhan manusia sebagai perjalanan menyeluruh, bukan hanya peningkatan keterampilan.
Praktik Pengembangan SDM Holistik ala ParagonCorp
Sebagai perusahaan yang menaruh perhatian besar pada pertumbuhan karyawan, Paragon memaparkan berbagai inisiatif unggulan yang bisa menjadi referensi bagi lembaga zakat, seperti:
- Fasilitas pendukung karyawan, mulai dari asrama (untuk lajang dan pasangan), ruang laktasi, hingga sarana olahraga seperti kolam renang dan gym.
- Fasilitas pembelajaran seperti e-learning (EPIC), English & Book Club, pelatihan, coaching, dan Meet the Expert.
- Komunitas dan kompetisi internal, sebagai sarana kolaborasi dan pemacu prestasi, termasuk Liga Paragonian dan berbagai klub olahraga.
- Perjalanan spiritual lintas agama, termasuk umrah bagi karyawan Muslim yang telah bekerja lebih dari tujuh tahun.
- Program refleksi & keseimbangan hidup, seperti pengajian rutin, ParaConnect, dan family gathering.
Menjadikan HRD sebagai Fungsi Strategis
Dalam sesi ini, Paragon mendorong agar pengelolaan SDM di lembaga zakat tidak berhenti di tataran administratif. HRD perlu bergerak menjadi fungsi strategis yang mampu menumbuhkan potensi SDM dari hulu ke hilir.
“Lembaga zakat bukan hanya mengelola dana, tapi juga mengelola harapan. Dan harapan itu hanya bisa ditunaikan oleh SDM yang terus ditumbuhkan,” ungkap Adi Yasir.
Sebagai langkah konkret, lembaga zakat dianjurkan untuk:
- Melakukan audit SDM, memahami kondisi saat ini dan merancang pengembangan untuk 1–3 tahun ke depan.
- Membangun sistem HRD minimal, mulai dari struktur, alur kerja, dan alokasi belajar.
- Berkolaborasi untuk pengembangan SDM muda, seperti mengikuti program afiliasi Paragon untuk amil muda.
- Mendorong transformasi HR, agar menjadi motor penggerak inovasi dan dampak lembaga.
Dengan semangat berbagi praktik baik ini, Forum Zakat berharap lebih banyak lembaga pengelola zakat dapat menerapkan strategi pengembangan SDM yang holistik dan berkelanjutan, demi kemaslahatan umat secara lebih luas.








