ZEDX Chapter Kemenag Berhasil Digelar, Soroti Transformasi Amil dan Akselerasi Tata Kelola Zakat Nasional

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
ZEDX Chapter Kemenag

Forum Zakat – Puncak perayaan milad ke-9 Sekolah Amil Indonesia (SAI) ditandai dengan suksesnya penyelenggaraan ZEDX Chapter Kemenag pada Kamis, 28 Agustus 2025 di Thamrin, Jakarta Pusat. ZEDX atau Zakat Enrichment and Idea eXchange menjadi forum pertukaran gagasan dan praktik baik tata kelola zakat, yang kali ini dirancang secara khusus untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga zakat dan institusi pemerintah, khususnya Kementerian Agama.

Dengan mengusung tema “Parade of Ideas and Practices to Accelerate Indonesian Zakat Management”, ZEDX menghadirkan pakar dan praktisi dari berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) serta korporasi yang telah menerapkan transformasi kelembagaan dan inovasi dalam pengelolaan zakat.

Kepala Sekolah Amil Indonesia, Fahrizal Amir, dalam sambutannya menyoroti tantangan dan peluang besar dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Berdasarkan data BAZNAS selama satu dekade terakhir (2015–2024), penghimpunan zakat nasional mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai Rp40 triliun dengan rata-rata pertumbuhan tahunan antara 17–31 persen. Namun, di sisi lain, jumlah mustahik—penerima manfaat zakat—meningkat jauh lebih cepat, dari 5 juta pada tahun 2015 menjadi 45 juta pada 2024, atau tumbuh sekitar 33,71 persen per tahun.

“Kondisi ini menjadi tantangan besar. Jika tren ini terus berlangsung, zakat akan kesulitan menekan angka kemiskinan secara signifikan,” tegas Fahrizal. Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan amil harus dipercepat agar gerakan zakat nasional mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan lebih efektif.

Menurutnya, potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun masih bisa dikejar lebih cepat. “Dengan akselerasi yang tepat, target ini bisa tercapai dalam 8–20 tahun ke depan, bahkan sebelum 2045. Kita optimis bisa memajukan target ke tahun 2030,” ujarnya.

Fahrizal juga menyoroti pentingnya mendokumentasikan praktik-praktik bijak yang telah dilakukan lembaga zakat, agar dapat dipelajari dan dikembangkan bersama oleh ekosistem zakat nasional. “Posisi acara ini adalah mendokumentasikan kebijaksanaan yang sudah dihasilkan oleh berbagai lembaga zakat, agar bisa dipelajari dan dikembangkan bersama,” katanya.

Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh peserta untuk kembali pada pertanyaan fundamental dalam gerakan zakat: “Bagaimana dan bilamana zakat bisa benar-benar mengentaskan 100% kemiskinan di Indonesia?”

Melalui ZEDX Chapter Kemenag, Sekolah Amil Indonesia tidak hanya memperingati miladnya, tetapi juga memperkuat misi besarnya: mencetak amil profesional, memperkuat kelembagaan zakat, dan mempercepat pencapaian keadilan sosial melalui tata kelola zakat yang unggul dan transformatif.