Forum Zakat, Bandung — Forum Zakat (FOZ) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) mematangkan pelaksanaan Nusantara Social Impact Challenge (NSIC) sebagai bagian dari rangkaian The 3rd Zakat Goes to Campus (ZGTC). Penguatan konsep dilakukan melalui rapat koordinasi strategis yang berlangsung di Direktorat Kemahasiswaan ITB, Jumat (14/8/2026).
Rapat dihadiri Ketua FOZ Wildhan Dewayana, Project Leader NSIC & Manager Bidang IV FOZ Fawzi Muhtadi, Direktur Utama Rumah Amal Salman Syachrial, serta jajaran ITB yang diwakili Direktur Kemahasiswaan ITB Prof. Dr. apt. Muhamad Insanu dan Head of ITB Career Center Prof. Intan Taufik.
Dalam koordinasi tersebut, FOZ dan ITB menyepakati sejumlah penyesuaian strategis dan teknis untuk memastikan NSIC tidak berhenti sebagai kompetisi ide, tetapi menghasilkan solusi yang memiliki peluang implementasi dan dampak nyata di masyarakat.
Ketua FOZ, Wildhan Dewayana, menegaskan bahwa NSIC diarahkan untuk mendorong mahasiswa menghasilkan solusi konkret atas persoalan sosial yang mereka temui di wilayah binaan masing-masing kampus.
“Tujuan utama NSIC adalah mendongkrak kesadaran mahasiswa untuk merumuskan solusi konkret. Karena itu, masalah yang diangkat harus berangkat dari persoalan riil yang terjadi di desa binaan masing-masing kampus,” ujar Wildhan dalam rapat koordinasi.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kompetisi yang digagas dalam rangkaian ZGTC memiliki keterhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Penajaman Parameter Dampak
Dalam pertemuan tersebut, ITB memberikan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat substansi dan standar NSIC. Salah satunya dengan mempersempit tema kompetisi agar lebih terukur dan dapat dikalibrasi dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
ITB juga mendorong agar NSIC memiliki standar yang lebih jelas sebagai ajang kompetisi sociotechnopreneurship atau sociopreneurship yang dapat bermuara pada pembentukan social enterprise.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah penentuan parameter dampak. NSIC perlu memiliki indikator yang jelas untuk menilai apakah sebuah proposal mampu menghasilkan dampak langsung melalui produk yang dikembangkan atau menghasilkan perubahan melalui pemberdayaan masyarakat secara lebih sistemik.
Selain substansi, kelayakan implementasi (feasibility) menjadi salah satu aspek yang akan diperkuat. Proposal yang masuk tahap akhir nantinya perlu menunjukkan bahwa gagasan yang diajukan dapat dilaksanakan secara logis dan teknis di lapangan.
Program pemenang juga akan diarahkan memiliki batas waktu implementasi yang jelas dan diikat melalui Surat Komitmen Implementasi.
ITB Jadi Lokasi Grand Closing
Koordinasi juga menetapkan perubahan linimasa NSIC. Pelaksanaan yang sebelumnya direncanakan pada waktu lebih awal akan digeser menjadi akhir Januari atau awal Februari 2027.
Penyesuaian jadwal dilakukan untuk memberikan waktu persiapan yang lebih matang, termasuk dalam penyusunan instrumen penilaian, KPI, serta dokumen teknis pelaksanaan.
ITB juga mengukuhkan komitmennya sebagai lokasi puncak rangkaian NSIC sekaligus Grand Closing The 3rd ZGTC. Kampus akan memfasilitasi kebutuhan logistik acara dan mobilisasi mahasiswa melalui unit kemahasiswaan serta Keluarga Mahasiswa ITB dan unit kegiatan mahasiswa terkait.
Gedung Campus Center ITB disiapkan sebagai salah satu fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan puncak tersebut. Penyelenggara memperkirakan acara akan dihadiri sekitar 200 peserta.
Dalam aspek teknis pelaksanaan, ITB merekomendasikan agar agenda yang berlangsung pada hari Jumat diselenggarakan setelah salat Jumat. Penyesuaian tersebut mempertimbangkan aktivitas kegiatan belajar mengajar di kampus yang berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB.
Perkuat Kolaborasi dengan Rumah Amal Salman
Selain FOZ dan ITB, koordinasi juga menempatkan Rumah Amal Salman sebagai bagian penting dalam penguatan ekosistem NSIC, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan social enterprise.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara gagasan mahasiswa, kebutuhan masyarakat, serta peluang implementasi program setelah kompetisi berakhir.
Dengan penyesuaian tersebut, FOZ bersama ITB akan melanjutkan penyusunan perangkat teknis NSIC, termasuk KPI, formulir penilaian, kriteria kelayakan implementasi, serta dokumen acuan pelaksanaan.
Melalui NSIC, FOZ ingin memastikan rangkaian ZGTC tidak hanya menjadi ruang literasi zakat bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong lahirnya solusi sosial yang konkret, terukur, dan memiliki peluang untuk diterapkan di masyarakat.









