Lebih dari Sekadar Sepak Bola, FOZ Sumut Perkuat Kebersamaan dan Persaudaraan Antaranggota

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
pertandingan FOZ SUMUT

Forum Zakat, Medan — Lapangan sepak bola menjadi ruang bertemunya para pengelola zakat di Sumatera Utara dalam suasana yang berbeda. Minggu (9/8), anggota Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara berkumpul dalam pertandingan sepak bola antaranggota untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pertandingan yang memperebutkan Piala Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, M. Nuh, ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Di balik permainan di lapangan, para anggota FOZ Sumut membangun ruang silaturahmi, menjaga kebugaran, sekaligus mempererat persaudaraan di tengah rutinitas mengelola zakat dan melayani masyarakat.

Ketua FOZ Sumut, Sulaiman, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sebagai ruang kebersamaan bagi anggota. Baginya, semangat yang dibangun bukan semata-mata tentang siapa yang keluar sebagai juara, tetapi bagaimana para anggota dapat menikmati kebersamaan.

“Kegiatan ini untuk memeriahkan HUT RI sekaligus mempererat persaudaraan FOZ Sumut. Harapannya, permainan ini mengedepankan kebahagiaan. Menang adalah bonus dan kalah itu biasa karena tujuan utamanya adalah persaudaraan,” ujar Sulaiman.

Semangat tersebut juga mendapat apresiasi dari M. Nuh. Ia menilai olahraga dapat menjadi sarana untuk menjaga kesehatan sekaligus membangun motivasi dan kekuatan kebersamaan.

“Motivasi muslim harus kuat sehingga olahraga ini menjadi caranya. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan ini menjadikan kita insan yang sehat dan kuat,” kata M. Nuh.

Menurutnya, aktivitas para pengelola zakat tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan dan pengelolaan dana umat. Para amil juga membutuhkan ruang untuk menjaga kesehatan dan membangun relasi yang lebih dekat dengan sesama anggota.

“FOZ Sumut yang dikenal fokus menghimpun zakat, ternyata bisa melakukan aktivitas sehat dengan pertandingan bola hari ini. Mudah-mudahan permainan berjalan dengan sportif dan mempererat antaranggota FOZ Sumut,” ujarnya.

Bagi FOZ Sumut, pertemuan informal seperti pertandingan olahraga menjadi bagian dari upaya merawat kebersamaan dalam ekosistem zakat. Kesibukan para anggota yang sehari-hari berkutat dengan pelayanan masyarakat, penghimpunan, dan program pemberdayaan membutuhkan ruang jeda untuk saling mengenal dan menguatkan.

Karena itu, pertandingan ini tidak berhenti pada kompetisi. Setiap operan, sorakan dari pinggir lapangan, hingga selebrasi setelah pertandingan menjadi bagian dari cara sederhana para anggota merawat ukhuwah.

Sulaiman juga menyampaikan apresiasi kepada M. Nuh yang telah mendukung kegiatan tersebut dengan menyediakan hadiah bagi para pemenang.

“Terima kasih kepada Ustaz M. Nuh yang telah menyediakan hadiah untuk pertandingan ini. Semoga kegiatan ini membawa kebahagiaan dan semakin mempererat persaudaraan di antara anggota FOZ Sumut,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, FOZ Sumut menunjukkan bahwa membangun gerakan zakat juga berarti membangun orang-orang yang berada di dalamnya. Sebab, di balik kerja-kerja besar melayani umat, ada kebersamaan yang perlu terus dirawat.

Hari itu, yang diperebutkan memang sebuah piala. Tetapi yang ingin terus dijaga FOZ Sumut adalah persaudaraan.