Gerakan Zakat Respon Gempa NTT, 67 Anggota FOZ Salurkan Bantuan Rp248 Juta

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
respon gempa NTT FOZ

Forum Zakat, NTT — Gerakan zakat terus bergerak merespons bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga 17 Agustus 2026 pukul 20.15 WIB atau 21.15 WITA, sebanyak 67 lembaga zakat anggota Forum Zakat (FOZ) telah menyatakan komitmen dalam penanggulangan bencana dengan total bantuan yang tersalurkan mencapai Rp248.190.000.

Respons tersebut menjadi bagian dari upaya lembaga zakat untuk membantu masyarakat terdampak, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi di tengah kondisi pascabencana.

Berdasarkan pembaruan situasi pada Selasa (18/8/2026), atau hari ketiga pascagempa, dampak bencana masih dirasakan di sejumlah wilayah NTT. Sejumlah wilayah telah menerima bantuan, tetapi masyarakat di kawasan terpencil, kepulauan, dan wilayah yang aksesnya terputus masih menghadapi keterbatasan bantuan.

Data Zakatgrafik FOZ mencatat 68 orang meninggal dunia, 137 orang luka-luka, 5.659 orang mengungsi, dan 1.528 kepala keluarga terdampak. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah infrastruktur, meliputi 1.543 rumah rusak berat, 328 rumah rusak sedang, dan 532 rumah rusak ringan.

Di tengah kondisi tersebut, respons lembaga zakat terus dilakukan di sejumlah titik terdampak.

Bantuan Mulai Menjangkau Sejumlah Wilayah

Di Sikka, bantuan telah tiba di Maumere dan wilayah sekitarnya berupa paket sembako, beras, air minum, dan obat-obatan. Posko di Stadion Gelora Samador juga telah mengoperasikan dapur umum.

Namun, kondisi berbeda masih dialami masyarakat di Pulau Palue. Sebanyak tujuh desa di wilayah tersebut masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus, listrik padam, dan komunikasi yang terganggu.

Bantuan pertama baru menjangkau Pulau Palue dengan sekitar 230 paket untuk sekitar 10.728 jiwa. Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan masyarakat. Akses menuju wilayah kepulauan tersebut harus ditempuh melalui jalur laut sekitar tiga jam dari Maumere dan masih dipengaruhi kondisi gelombang.

Kebutuhan mendesak di Palue meliputi beras, air minum, makanan bayi, obat-obatan, tenda, dan terpal.

Sementara itu, di Manggarai, bantuan telah menjangkau Ruteng dan Kecamatan Reok yang sebelumnya sempat terisolasi. Bantuan berupa sembako, beras, tenda, hingga dukungan rumah sakit lapangan telah masuk ke wilayah terdampak.

Namun, Kecamatan Rahong Utara masih menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian. Sebanyak 1.260 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sementara bantuan pemerintah disebut belum menjangkau wilayah tersebut per 17 Agustus.

Kondisi serupa terjadi di sejumlah wilayah pedalaman Nagekeo dan desa-desa terpencil di Manggarai Timur. Jalan yang terputus dan kondisi geografis menjadi kendala dalam distribusi bantuan.

Di sisi lain, bantuan telah menjangkau Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Ngada, dan pusat Kabupaten Nagekeo. Di Nagekeo, dapur umum di Kecamatan Aesesa mulai beroperasi pada 18 Agustus dengan kapasitas sekitar 3.000 porsi makanan per hari.

FOZ Upayakan Respons Diperluas

Respons terhadap bencana merupakan bagian dari peran lembaga zakat dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan dukungan pada masa krisis.

Keterlibatan 67 lembaga anggota FOZ menunjukkan adanya gerakan bersama dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Gerakan zakat perlu hadir cepat ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. Kolaborasi antar-lembaga menjadi penting agar bantuan tidak hanya terkumpul, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

FOZ juga terus mendorong lembaga zakat anggota lainnya untuk mengambil bagian dalam respons bencana di NTT. Perluasan respons terutama diarahkan pada wilayah yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses bantuan.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pusat-pusat kabupaten relatif mulai terjangkau bantuan, sementara wilayah kepulauan, pedalaman, dan daerah yang terisolasi masih membutuhkan dukungan lebih lanjut.

Karena itu, FOZ mengajak lembaga zakat dan para pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi dalam penyaluran bantuan, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang paling sulit dijangkau dapat segera terpenuhi.

Gerakan zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Di tengah kondisi darurat, gerakan ini juga perlu memastikan bantuan sampai kepada mereka yang paling jauh dari akses.