FOZWIL DKI Jakarta Gelar Pelatihan Membangun Amil yang Amanah, Profesional, dan Berintegritas di Era Digital

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
pelatihan amil FOZWIL DKI Jakarta

Forum Zakat, Jakarta – Forum Zakat Wilayah DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kapasitas Amil dengan tema “Menjadi Amil yang Amanah, Profesional, dan Berintegritas di Era Digital” pada Rabu, 4 November 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Forum Zakat Wilayah DKI Jakarta dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) pengelola zakat agar mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat di tengah perkembangan zaman dan transformasi digital.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dan kontribusi besar dalam dunia filantropi Islam dan pengelolaan zakat nasional, yaitu Nur Efendi, Ketua Forum Zakat Nasional (FOZNAS) periode 2015–2018, serta Supendi, Direktur Utama LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah (BMH).

Dalam sambutannya, Jaelani selaku Ketua Forum Zakat Wilayah DKI Jakarta menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi amil agar semakin amanah, profesional, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat di era digital. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antarlembaga zakat dalam memperkuat ekosistem zakat serta meningkatkan kepercayaan masyarakat. Jaelani turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber serta seluruh lembaga sponsor dan pendukung yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Dalam sesi pertama, Nur Efendi menyampaikan materi mengenai kriteria kepemimpinan (leadership) dan pemberdayaan. Ia menekankan bahwa seorang amil tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam mengelola dana zakat, tetapi juga harus mempunyai jiwa kepemimpinan, visi yang kuat, kemampuan menggerakkan tim, serta orientasi terhadap pemberdayaan masyarakat. Amil harus mampu menjadi penggerak perubahan yang menghadirkan manfaat dan dampak nyata bagi umat.

Selanjutnya, Supendi menyampaikan materi mengenai tata kelola dan digitalisasi lembaga zakat. Dalam pemaparannya, ia menggarisbawahi pentingnya penerapan tata kelola lembaga yang profesional, transparan, dan akuntabel. Selain itu, digitalisasi menjadi kebutuhan strategis bagi lembaga zakat untuk meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat pelayanan kepada muzaki dan mustahik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.

Kedua materi tersebut memberikan pemahaman bahwa penguatan lembaga zakat harus dibangun melalui dua aspek utama, yaitu kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter kepemimpinan dan integritas, serta sistem tata kelola kelembagaan yang profesional dengan dukungan teknologi digital.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan Kalam Ilahi, dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan penyelenggara serta penyampaian materi oleh kedua narasumber. Suasana pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali berbagai pengalaman, tantangan, serta strategi dalam pengembangan lembaga zakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh narasumber dan peserta, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama sebagai bentuk mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan sinergi antarpengelola zakat di wilayah DKI Jakarta.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dan sponsorship dari berbagai lembaga, yaitu Forum Zakat Nasional (FOZNAS), Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Rumah Zakat, ZIS Indosat, BAMUIS BNI, BAZNAS, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta, dan Bakrie Amanah.

Dukungan berbagai lembaga tersebut menjadi wujud nyata semangat kolaborasi dan sinergi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola zakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem zakat nasional sekaligus mendorong terwujudnya pengelolaan zakat yang semakin profesional, terpercaya, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Melalui pelatihan ini, Forum Zakat Wilayah DKI Jakarta berharap para amil semakin memahami peran strategisnya dalam membangun lembaga zakat yang kuat, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan serta pemberdayaan umat.

Karena masa depan gerakan zakat tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang dihimpun, tetapi juga oleh kualitas, amanah, profesionalisme, dan integritas para amil yang mengelolanya.

Publikasi Forum Zakat

Unduh Publikasi

Isi nama, email, dan nomor HP Anda untuk mengunduh publikasi ini secara gratis.