Sinergi Zakat Untuk Membasmi Kemiskinan

Prodi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathaliul Falah (Prodi Zawa IPMAFA) Pati mendapat kehormatan untuk menghadiri Konferensi Zakat Nasional 2016 di Jakarta kemarin. Dr. Jamal Ma’mur, MA, mewakili undangan istimewa ini. Dalam konferensi ini dibahas hal-hal yang mendorong optimalisasi pengelolaan zakat untuk memberdayakan ekonomi umat.

Inilah Indikator Keberhasilan Sistem Pengelolaan Zakat

Menurut Ketua Umum Forum Zakat Nur Efendi, kepatuhan (compliance) lembaga zakat pada peraturan ketentuan undang-undang menjadi salah satu indikator keberhasilan pengembangan sistem pengelolaan zakat. Karena itu , legalitas lembaga amil zakat menjadi penting untuk diperoleh. Selain itu peningkatan pengumpulan zakat dan pemerataan distribusi zakat kepada yang berhak menerima juga menjadi salah satu faktor penentunya.

Pengelola Zakat Di Jawa Tengah Siap Hadapi Legalitas Lembaga Dan Sertifikasi Para Amil

YOGYAKARTA–Organisasi pengelola zakat di Jawa Tengah menyatakan siap mendapat akreditasi, dan legalitas. Sementara para amilnya sangat antusias untuk menjalani sertifikasi sebagai sebuah profesi yang formal. Demikian salah satu hasil yang muncul di Semiloka Zakat yang digelar oleh asosiasi organisasi pengelola zakat, Forum Zakat (FOZ) Wilayah Jawa Tengah, Rabu (27/1/2016). Acara itu hasil kerjasama dengan FOZ Nasional, Kementerian Agama dan BAZNAS Provinsi Jateng.

Sudan Inisiasi Asosiasi Zakat Dunia

Saat Konferensi Pembentukan Asosiasi Zakat Dunia di Hotel Corinthia, Khartoum, ibukota Sudan, Senin (25/1), sekretaris Jenderal Dewan Zakat Sudan, Dr. Muhammad Abdurrazaq Mukhtar, mengungkapkan bahwa inisiatif untuk mendirikan lembaga global yang membidangi Zakat ini mengemuka setelah adanya permintaan berbagai lembaga-lembaga zakat dari negara-negara Islam menyoal pengelolaan zakat pada Konferensi Zakat Internasional yang ke-3 di Khartoum, Maret 2015 lalu.

Forum Zakat Gelar Konferensi Zakat Nasional 2016

Forum Zakat—Pada awal tahun 2016 Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan per September 2014 sebesar 27,73 juta jiwa, sedangkan di bulan September 2015 meningkat menjadi 28,51 juta jiwa. Itu artinya kemiskinan di Indonesia pada September 2015 bertambah 780.000 jiwa bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.