Dompet Dhuafa Waspada Salurkan Daging Kurban ke 15 Ribu Penerima Manfaat di Sumut dan Aceh

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Dompet Dhuafa Waspada Salurkan Daging Kurban

Forum Zakat – Dalam semangat memperluas jangkauan kebermanfaatan kurban, Dompet Dhuafa Waspada kembali menyalurkan hewan kurban melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) di tahun 2025. Sebanyak 15.000 penerima manfaat menjadi sasaran distribusi yang tersebar di wilayah Sumatera Utara dan Aceh, menjadikan kurban tahun ini sebagai momentum kebersamaan yang menjangkau hingga ke pelosok desa.

Sebaran distribusi meliputi 25 kecamatan di 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara, seperti Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Simalungun, Batu Bara, Karo, Kota Medan, Pematang Siantar, Padang Sidempuan, Sibolga, dan Tapanuli Tengah. Tak hanya di Sumut, manfaat kurban juga menjangkau Aceh, meliputi Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Lhokseumawe.

Wilayah distribusi ditentukan berdasarkan hasil survei lapangan oleh tim Dompet Dhuafa Waspada, dengan memprioritaskan lokasi yang jarang atau bahkan belum pernah menerima hewan kurban. Inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen Dompet Dhuafa dalam mendistribusikan daging kurban secara lebih merata, khususnya ke masyarakat yang berada di daerah pesisir, kawasan urban miskin, serta desa terpencil.

Melalui program ini, Dompet Dhuafa Waspada tidak hanya menyalurkan daging kurban sebagai bentuk ibadah, tetapi juga menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi masyarakat prasejahtera. Seperti yang dirasakan oleh Wagini (48), warga Desa Bulu Cina, yang mengaku hanya dapat menikmati daging kurban sekali dalam setahun. “Kalau tidak ada dari Dompet Dhuafa, mungkin kami tidak makan daging,” ungkapnya penuh haru.

Program THK menjadi bagian dari kontribusi Dompet Dhuafa Waspada sebagai anggota Forum Zakat dalam memperkuat dampak sosial kurban secara terukur dan merata. Harapannya, upaya ini dapat terus dikembangkan agar manfaat kurban menjangkau lebih banyak keluarga di berbagai wilayah, sekaligus menjadi refleksi kepedulian sosial di hari raya kurban.