
Forum Zakat, Jakarta — Forum Zakat (FOZ) turut hadir dalam pertemuan diskusi strategis yang diselenggarakan oleh Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab Asia Tenggara (J-PAL SEA) bersama LPEM FEB Universitas Indonesia pada Selasa (03/02/2026), bertempat di LPEM FEB UI. Kehadiran Forum Zakat diwakili oleh Humairoh Anahdi selaku Wakil Ketua Bidang 5 Inovasi & Literasi Forum Zakat, bersama Teguh Samudra selaku Manajer Bidang 5 Inovasi & Literasi Forum Zakat.
Pertemuan ini juga menghadirkan pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ) anggota Forum Zakat, yakni LAZNAS Salam Setara, LAZNAS LMI, dan BSI Maslahat. Diskusi berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan para pimpinan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) sebagai mitra strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Rapat ini merupakan pertemuan lanjutan dari rangkaian diskusi strategis antara J-PAL SEA–LPEM FEB UI dengan pimpinan OPZ. Fokus utama pertemuan adalah memperkenalkan pendekatan graduasi sebagai model pemberdayaan berbasis bukti, sekaligus menjajaki kemungkinan pengembangan model kolaborasi yang relevan dengan konteks pengelolaan zakat di Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, J-PAL SEA–LPEM FEB UI memaparkan konsep pendekatan graduasi, relevansinya dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem, serta pengalaman penerapannya di berbagai konteks internasional. Pendekatan ini menggabungkan beberapa komponen utama, seperti bantuan konsumsi sementara, peningkatan keterampilan, akses terhadap modal usaha, serta pendampingan intensif, dengan tujuan mendorong rumah tangga miskin ekstrem agar mampu keluar dari kondisi kemiskinan secara berkelanjutan.
Forum Zakat menyambut baik ruang dialog ini sebagai langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih terstruktur antara lembaga riset dan OPZ. Diskusi juga membuka ruang pertukaran pandangan dan pengalaman antar OPZ terkait program pemberdayaan ekonomi mustahik yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi potensi sinergi dalam pengembangan program graduasi kemiskinan ekstrem secara kolaboratif.
Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi perumusan langkah tindak lanjut bersama, termasuk penjajakan peran masing-masing OPZ, penguatan desain program berbasis bukti, serta penyusunan rencana kolaborasi ke depan. Melalui kerja sama lintas pihak, zakat diharapkan dapat semakin berperan sebagai instrumen strategis dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.









