Wadah Berhimpunnya Lembaga Amil Zakat Dan Badan Amil Zakat

    Era New Normal, Laznas LMI Panen Padi untuk Ketahanan Pangan Dhuafa

    Era New Normal, Laznas LMI Panen Padi untuk Ketahanan Pangan Dhuafa

    Bagikan Ini :

    Forumzakat – Pak Sukimin dan Pak Tambar bisa bernafas lega. Pasalnya, bibit padi yang ditanamnya beberapa bulan lalu sudah bisa dipanen. Tidak banyak, berkisar: 4.505 KG. Namun tidak banyak itu sudah bisa, setidaknya memperkuat ketahanan pangan orang-orang fakir, miskin, dan dhuafa mitra Lembaga Amil Zakat Nasional Lembaga Manajemen Infaq (Laznas LMI) yang merupakan anggota Forum Zakat.

    Pak Sukimin dan Pak Tambar tidak sendiri, mereka dibantu 4 warga lain untuk menyelesaikan panen tersebut. “ Alhamdulillah bisa panen. Di era yang serba sulit ini, era pasca pandemi Corona, masih bisa panen yang akan dibuat untuk ketahanan pangan fakir dan miskin,” ujar Edi Prayitno selaku Pendamping Program Ijapro di Kabupaten Madiun.

    Luas sawah yang digarap sendiri sekitar 0,75 Ha. Lokasinya berada di desa Cabean kecamatan Sawahan kabupaten Madiun.

    “Panen kali ini sudah ke-4 dari beberapa panen yang sudah pernah dilaksanakan. Kali ini tidak bisa banyak dari sebelumnya, sebab selain karena pandemi, juga karena serangan hama Belalang dan Wereng,” tambahnya.

    Setelah panen, padi tersebut akan diproses berupa penjemuran, penggilingan dan pengemasan. Baru akan didistribusikan.

    “Setelah panen di Madiun ini, kami akan bekerja sama dengan masjid-masjid di Jawa Timur sebagai mitra untuk mendistribusikan kepada warga sekitar masjid, terlebih yang fakir dan miskin,” tegasnya.

    Senada, Manajer Pemberdayaan Laznas LMI Andri Afianto, berharap agar di era pandemi ini masyarakat bisa berbondong-bondong untuk menyiapkan pangan untuk masyarakat, terlebih yang membutuhkan.

    “Mari kita bantu petani, beli gabah mereka dengan harga yang lebih layak, hasil panennya kita distribusikan lagi untuk membantu masyarakat miskin,” katanya.

    “Sampai saat ini Laznas LMI memiliki wakaf Infaq Jariyah Produktif (IJAPRO) berupa tanah yang digarap untuk menanam padi di Madiun, Pasuruan, dan akan meluaskan ke daerah-daerah lainnya.” pungkasnya. (*)

    Bagikan Ini :

    Leave a Reply

    Close Menu