
Forum Zakat – Forum Zakat (FOZ) kembali menggelar program Leaders Talk sebagai ruang berbagi pengetahuan dan penguatan kapasitas bagi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Pada seri yang berlangsung Jumat, 6 Februari 2026, tema yang diangkat adalah Penyusunan RKAT Adaptif untuk OPZ Semua Skala dengan menghadirkan Nana Sudiana, Pimpinan Bidang IV BAZNAS Jawa Barat, sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Bidang II FOZ yang secara khusus membidangi tata kelola. Kepala Bidang II FOZ, Wakhid Efendi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Leaders Talk dirancang sebagai program berkelanjutan yang akan dilaksanakan dalam enam seri.
“Kita sengaja menampilkan Leaders Talk dari Bidang II mengenai tata kelola. Tahun 2026 ini akan berjalan seri 1 sampai 3, lalu dilanjutkan pada 2027 untuk seri berikutnya. Ke depan bahkan akan disiapkan playbook digitalnya. Banyak lembaga yang bertanya soal template RKAT yang diminta BAZNAS agar saat audit syariah oleh Kementerian Agama bisa lebih mudah,” ujar Wakhid.
Ketua Umum FOZ, Wildhan Dewayana, menegaskan bahwa RKAT bukan sekadar rutinitas administrasi tahunan, tetapi merupakan instrumen strategis untuk menerjemahkan visi lembaga menjadi aksi nyata.
“Perencanaan harus mampu mengubah visi menjadi kerja yang terukur dan berdampak. RKAT juga menjadi instrumen akuntabilitas kepada seluruh stakeholder. Karena itu, aspek kepatuhan penting, termasuk merujuk pada Indeks Zakat Nasional,” jelas Wildhan.
Dalam pemaparannya, Nana Sudiana menekankan pentingnya pendekatan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK) dalam penyusunan RKAT. Model ini mengaitkan anggaran dengan target output dan outcome sehingga setiap belanja memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat.
Menurutnya, OPZ harus adaptif terhadap dinamika ekonomi, perkembangan digital, serta kebutuhan respon cepat terhadap bencana dan kemiskinan. RKAT juga perlu memberi ruang fleksibilitas untuk revisi ketika terjadi perubahan situasi di lapangan.
“Anggaran harus mengikuti program prioritas dan dampak, bukan sekadar kebiasaan rutin. Dengan begitu, tata kelola akan semakin efektif, efisien, dan mudah diawasi,” terang Nana.
Manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh peserta. Ida, pimpinan LAZ OPSEZI Jambi, mengaku mendapatkan banyak pencerahan, terutama karena selama ini lembaganya menyusun RKAT secara otodidak tanpa referensi maupun umpan balik.
“Pertemuan ini sangat membantu kami memahami standar penyusunan RKAT yang benar. Insight seperti ini yang selama ini kami butuhkan,” ujarnya.
Melalui Leaders Talk, FOZ berharap OPZ di berbagai tingkatan semakin siap membangun perencanaan yang profesional, adaptif, dan selaras dengan arah pembangunan zakat nasional.









