Forumzakat – Forum Zakat Daerah Madiun menggelar agenda Diskursus Gerakan Zakat yang menghadirkan Ketua Umum Forum Zakat, Bambang Suherman di Kantor Unit DD Madiun, Jumat (18/2/2022). Agenda ini dihadiri oleh para perwakilan anggota Fozda Madiun yakni Nurul Hayat, Yatim Mandiri, BMH, LAZ Ar Rohmah, LMI, LAZ Persada, BM FKAM, dan lainnya.
Ketua Umum Forum Zakat memberikan motivasi dan membagikan gagasannya terkait gerakan zakat khususnya di Madiun. “Sebagai gerakan yang besar kebermanfaatannya, maka Forum Zakat juga harus terekspose, terpublikasi seluas-sualnya, tidak ada yang ditutupi, dan mengajak lebih banyak pihak untuk kerjasama dalam kegiatan kita,” katanya.
Lebih lanjut, kata dia, ruang persaingan sebagai bentuk fastabiqul khairat dijalankan dengan natural, senada dengan ruang kolaborasi yang terus dijalankan seluas-luasnya.

Selain itu, ia juga menekankan agar Lembaga Zakat khususnya memastikan lembaga tertib dalam segala bentuk administrasi. “Pastikan kelembagaan kita legal, audit berjalan, minimal audit internal, instrumen2 kelengkapan, memperbaiki tata kelola kelembagaan, sesuaikan dengan regulasi, hukum, perundang-undangan,” tegasnya.
Sertifikasi amil, misalnya, selain meningkatkan trust public tentu mendorong kompetensi pengelolaan sehingga meningkatkan proses pengelolaan mulai dari penghimpunan, pendayagunaan hingga distribusi zakat.
“Lembaga Zakat harus fokus meningkatkan kapasitas lembaga, mulai mentarget entitas-entitas populer. Saat ini, tidak hanya lembaga, komunitas, namun perorangan bisa menghimpun dana yang besar. Maka, jalankan strategi popularitas, dikenal publik, diketahui publik, kegiatan diketahui publik, terekspose dengan baik. Perkuat ekspose, popoluritas lembaga dahulu, lalu perbaiki programnya, perkuat trust (kepercayaan), sehingga transaksi semakin besar. Publik mengetahui masalah yang kita miliki, namun juga apa saja yang telah kita kerjakan,” tandasnya. (*)









