Kolaborasi FOZ NTB Respons Banjir Terparah di Mataram dalam 40 Tahun

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
kolaborasi banjir NTB

Forum Zakat – Banjir besar yang melanda Kota Mataram dan sekitarnya pada Minggu, 6 Juli 2025, menjadi yang terparah dalam empat dekade terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat lebih dari 7.676 kepala keluarga atau 30.681 jiwa terdampak akibat meluapnya tiga sungai utama: Sungai Unus, Sungai Ancar, dan Sungai Brenyok.

Sebagai bentuk respon cepat terhadap bencana Banjir NTB ini, Forum Zakat Wilayah (FOZWIL) NTB menginisiasi koordinasi dan kolaborasi lintas lembaga zakat. Langkah ini penting untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif, terorganisir, dan dapat dilaporkan ke berbagai pemangku kepentingan serta stakeholder lintas sektor.

“Kolaborasi menjadi kekuatan utama gerakan zakat di NTB. FOZWIL NTB berperan sebagai simpul koordinasi agar setiap aksi penanggulangan banjir dapat terdata, terdokumentasi, dan saling menguatkan,” ujar salah satu koordinator FOZ NTB.

Berikut ini sejumlah aksi kemanusiaan dari anggota FOZ NTB dan mitra zakat lainnya dalam respons bencana banjir Mataram:

Respons Tanggap Darurat:

  • LAZ DASI NTB: Menurunkan 10 personil, dua tangki air bersih, aksi bersih-bersih lumpur, serta pembagian makanan siap santap.
  • LAZNAS BMH NTB: Melakukan aksi bersih lumpur, pengemasan sampah, dan penyaluran logistik untuk para penyintas.
  • DT Peduli KPP Mataram: Menyalurkan makanan siap saji, paket ibadah, dan mushaf Al-Qur’an, serta mendukung kegiatan pembersihan lokasi terdampak.
  • YBM BRILiaN: Menyalurkan bantuan survival kits ke titik-titik rawan terdampak.
  • YBM PLN UIW NTB dan Yakesma: Memberikan bantuan 100 paket sembako dan logistik kebutuhan dasar lainnya.
  • LAZ MIM Foundation: Aksi dapur umum produksi 500 porsi/hari, distribusi 3.7 ton bantuan logistik bersama Sekda Kota Mataram, normalisasi sumur warga dan bersih-bersih rumah, distribusi pakaian, pelayanan kesehatan, dan pelayanan psikososial.

Terdapat rencana lini masa fase emergency hingga recovery yang dikonfirmasi oleh Penanggung Jawab Kolaborasi FOZ NTB respons banjir Mataram sebagai berikut,

  • Fase Emergency (7–9 Juli 2025):
    • Pendirian dapur umum
    • Normalisasi sumur warga
    • Distribusi pakaian, selimut, dan kebutuhan darurat
    • Aksi bersih rumah-rumah warga dan fasilitas umum
  • Fase Relief (10–12 Juli 2025):
    • Pelayanan kesehatan
    • Trauma healing dan dukungan psikososial untuk anak-anak dan keluarga
  • Fase Recovery (13–30 Juli 2025):
    • Pembangunan kembali rumah warga yang roboh
    • Pengadaan dan distribusi bak sampah untuk mendukung pemulihan lingkungan

Adapun tragedi, dua korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik saat banjir berlangsung. Hal ini memperkuat urgensi penanganan bencana yang menyeluruh, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang.

Melalui kolaborasi antar lembaga zakat anggota FOZ NTB ini, diharapkan pemulihan pasca banjir NTB dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran. Gerakan zakat terbukti menjadi elemen penting dalam respon kemanusiaan, menggabungkan kekuatan lokal, partisipasi masyarakat, dan prinsip distribusi yang adil.

Untuk laporan terintegrasi dan partisipasi lembaga lainnya, FOZ NTB membuka ruang koordinasi dan pelaporan aksi melalui kanal resmi komunikasi wilayah.