LAZ Anggota FOZ Berperan Aktif Cetak SDM Unggul Melalui Pembinaan Awardee BeZakat 2025

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
LAZ Anggota FOZ Berperan Aktif Cetak SDM Unggul
LAZ Anggota FOZ Berperan Aktif Cetak SDM Unggul
default

Forum Zakat – Lembaga Amil Zakat (LAZ) anggota Forum Zakat (FOZ) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mencetak generasi unggul melalui program pembinaan BeZakat yang berlangsung selama tiga hari, 21–23 November 2025, di Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti 75 awardee dari berbagai kampus ternama mulai dari ITS, UNAIR, UB, UNDIP, UGM, IPB, UNPAD hingga sejumlah UIN di berbagai daerah menjadi ruang strategis bagi FOZ dan para LAZ dalam mempersiapkan SDM muda yang berdaya saing tinggi dan berkarakter kuat.

Dalam sambutan pembukaan, Direktur Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Prof. Waryono, menekankan pentingnya potensi talenta para awardee BeZakat yang terpilih dari 15 ribu pendaftar menjadi hanya 153 penerima beasiswa. Prof. Waryono juga menekankan komitmen dewan penyantun yang telah memiliki perjanjian kerja sama sehingga keberlanjutan pendanaan dipastikan berjalan baik. 

Dunia perzakatan disebutnya sangat dinamis dan menuntut awardee memahami relasi antara mustahik dan muzaki, termasuk memastikan pemahaman teologis yang benar agar mentalitas “miskin adalah takdir” tidak menghambat perubahan diri. Ia mendorong awardee untuk mengubah lingkungan terdekat, berkomunitas, serta berkontribusi dalam pengumpulan zakat yang potensinya mencapai Rp327 triliun. Menurutnya, jaringan antarawardee lintas kampus akan menjadi modal besar ketika mereka memasuki dunia kerja dan birokrasi dalam satu dekade mendatang.

Pesan penguatan karakter juga disampaikan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Kamaruddin Amin, yang mencontohkan hasil penelitian terhadap alumni Harvard yang mencapai puncak karier karena sejak awal memiliki rencana hidup yang jelas. Ia menekankan bahwa bahasa asing—termasuk Inggris, Arab, dan Mandarin—menjadi kunci daya saing, sementara jejaring pertemanan yang berkualitas akan menentukan arah karier seseorang.

Awardee didorong menghindari aktivitas yang membuang waktu, membangun portofolio nilai seperti integritas dan kejujuran, serta memahami bahwa kesuksesan tidak pernah dicapai sendiri, melainkan melalui kolaborasi dan kontribusi terhadap orang lain. Ia juga mengingatkan agar awardee tidak merasa hebat hanya karena kecerdasan akademik, karena kesuksesan menuntut karakter baik, jejaring luas, dan kemampuan memberi manfaat.

Peran aktif LAZ anggota FOZ tampak kuat melalui pembekalan materi dari Dewan Penyantun, yang menghadirkan berbagai lembaga untuk memperkuat kapasitas holistik awardee. YBM Brilian memberikan kerangka empat fase pembinaan BeZakat, LAZ Dewan Dakwah menanamkan ketangguhan ruhani dan pengokohan nilai keimanan, sementara LMI membekali pentingnya pengembangan diri. LAZ Nurul Hayat menekankan pilar kecemerlangan akademik, BSI Maslahat menguatkan pentingnya prestasi sebagai portofolio pribadi, dan POROZ memotivasi awardee membangun kebiasaan baik berbasis metode atomic habit.

Pembinaan juga diperluas dengan materi pengembangan diri oleh sejumlah LAZ lainnya. BMH memberikan pelatihan kepemimpinan, LAZISMU mengajarkan teologi Al-Ma’un yang berorientasi pada pelayanan sosial, IZI menumbuhkan jiwa kerelawanan, Rumah Amal memperkenalkan proyek sosial sebagai medium kepedulian, Salam Setara memberikan perspektif kampanye publik dan personal branding, dan FOZ menyampaikan strategi membangun portofolio karier yang berkelanjutan.

Keterlibatan banyak LAZ anggota FOZ dalam pembinaan ini memperlihatkan komitmen kuat ekosistem zakat dalam menyiapkan SDM unggul yang tidak hanya cakap akademik, tetapi juga matang secara spiritual, sosial, dan kepemimpinan. Program BeZakat menjadi bukti bahwa investasi pendidikan adalah salah satu cara paling strategis untuk mencetak generasi muzaki masa depan dan memperkuat dampak zakat bagi kemajuan bangsa.