Forum Zakat – Rabbaniyyin Care bekerja sama dengan Yayasan Mudo Sosial Ekspedisi, Badan SAR Nasional, dan BAPEDAS Provinsi Bengkulu, sukses menyelenggarakan program pengabdian masyarakat di Desa Sungai Lisai, Kabupaten Lebong yang berlangsung pada 12-18 Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa yang berada di daerah tertinggal (Desa 3T).
Syahril Ramadan, Direktur Utama Rabbaniyyin Care, menyampaikan bahwa program ini adalah wujud nyata kepedulian dan cinta pihaknya terhadap Bengkulu, sekaligus sebagai upaya menepati janji yang dibuat saat tim Rabbaniyyin Care melakukan survei ke desa tersebut.
Awalnya, kegiatan ini direncanakan pada Agustus 2024, namun karena beberapa alasan, pelaksanaannya tertunda hingga Desember 2024. Setelah terjalin komunikasi yang baik dengan Yayasan Mudo Sosial Ekspedisi, kolaborasi ini akhirnya terlaksana pada Januari 2025.
“Walaupun yang dapat kami berikan dalam program ini tidaklah banyak, kami berharap ini bisa menjadi pemantik semangat bagi warga dan anak-anak Desa Sungai Lisai untuk terus menggapai mimpi meski dalam keterbatasan,” ujar Syahril.
Singgih Triwibowo, Ketua Yayasan Mudo Sosial Ekspedisi, mengungkapkan bahwa program pengabdian di Desa Sungai Lisai ini adalah yang kedelapan sejak yayasan tersebut berdiri pada 2018. Relawan yang terlibat berasal dari berbagai daerah, seperti Jambi, Bangko, Palembang, Kota Bengkulu, dan sekitarnya.
“Saya sangat mengapresiasi semangat para relawan yang telah berpartisipasi dalam menyebarkan manfaat di desa yang tertinggal ini. Perjalanan kaki selama enam jam menuju desa tidak menyurutkan semangat kami. Kami berharap, melalui program ini, semangat perjuangan warga Desa Sungai Lisai dapat terus tumbuh. Meskipun lokasi desa terpencil, semangat untuk maju dan melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi harus tetap ada,” kata Singgih.
Selama satu minggu pelaksanaan program, empat divisi dari tim kolaborasi ini melaksanakan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa. Beberapa program yang dibawa oleh Rabbaniyyin Care di antaranya adalah cek kesehatan gratis, penyerahan bantuan speaker, pembagian wakaf Qur’an, Iqra, buku tuntunan sholat, dan paket school kit untuk anak-anak sekolah. Adapun rincian kegiatan berdasarkan divisi yang terlibat adalah sebagai berikut:
Divisi Kesehatan:
- Cek kesehatan dan pemberian obat gratis.
- Edukasi pola hidup bersih dan sehat serta pembagian alat kebersihan.
- Pembagian sarapan sehat berupa susu dan roti.
Divisi Pendidikan:
- Pengajaran calistung (baca, tulis, hitung) untuk anak-anak.
- Pembagian peralatan sekolah kepada anak-anak.
- Penyaluran Al-Qur’an dan speaker aktif untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Divisi Ekonomi:
- Pembagian sembako gratis untuk warga.
- Pembagian pakaian gratis.
- Pengelolaan sumber daya alam setempat, khususnya untuk produk kopi.
Divisi Lingkungan:
- Pembuatan plang jalan dan plang struktur pengurus desa.
- Pembuatan insektarium untuk pengendalian hama alami.
- Edukasi dan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA).
Pada kesempatan yang sama, Bapak Azhari S.H M.H, Bupati Kabupaten Lebong terpilih, dalam sambutannya saat membuka kegiatan ekspedisi sosial tersebut, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap semangat anak muda yang menjadi sukarelawan untuk membantu membangun desa tertinggal di Kabupaten Lebong. “Semoga Mudo Sosial Ekspedisi dan tim kolaborasi lainnya terus bekerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Lebong untuk membantu desa-desa lainnya di masa mendatang,” harap Azhari.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sungai Lisai, serta menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan kualitas hidup warganya.









