Muswil ke-7 FOZ Jatim Kukuhkan Kepengurusan Baru dan Semangat Sinergi Gerakan Zakat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Muswil ke-7 FOZ Jatim

Forum Zakat — Forum Zakat (FOZ) Wilayah Jawa Timur menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-7 di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Kamis (23/10). Kegiatan yang dihadiri lebih dari 60 lembaga anggota ini menjadi momentum penting bagi pegiat zakat di Jawa Timur untuk memperkuat sinergi gerakan zakat sekaligus memilih kepengurusan baru periode 2025–2028.

Suasana Muswil terasa hangat sejak pagi. Perwakilan dari berbagai lembaga amil zakat, mulai dari tingkat nasional hingga kabupaten/kota, hadir dengan semangat kebersamaan. Sejumlah tokoh dan pemangku kebijakan turut diundang dalam agenda ini, di antaranya perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kementerian Agama, serta BAZNAS Jawa Timur. Hadir pula Neny Suhaeni, Bendahara Umum FOZ Nasional, yang memberikan sambutan mewakili pengurus pusat.

FOZ Jatim Muswil

Dalam sambutan pembuka, Kholaf Hibatullah, Ketua FOZ Jatim periode 2021–2025, menyampaikan refleksi perjalanan gerakan zakat di Jawa Timur sekaligus pesan bagi kepengurusan berikutnya. “Semoga kepengurusan selanjutnya semakin baik dari sebelumnya dan mampu membawa gerakan zakat menjadi budaya di masyarakat. Kami yakin, ketika seseorang berzakat, maka keimanannya akan bertambah,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Sementara itu, Neny Suhaeni mengingatkan bahwa gerakan zakat hari ini bukan sekadar aktivitas menghimpun dan menyalurkan dana, tetapi sebuah kerja dakwah yang menumbuhkan kesadaran dan membangun ekosistem keumatan. “Gerakan zakat bukan hanya berbagi dana, tapi berbagi data. Bukan sekadar tukar program, tapi tukar pemikiran dan pengalaman. FOZ Jawa Timur dalam pandangan kami adalah salah satu simpul gerakan yang paling hidup — dinamis, inklusif, dan terus tumbuh dengan cara yang elegan mengajak, bukan mengejar; menyambungkan, bukan menyaingi,” ungkapnya.

Rangkaian Muswil berlangsung dalam empat sidang pleno yang membahas tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, pembahasan rekomendasi internal dan eksternal, hingga pemilihan pengurus baru. Melalui proses yang demokratis, forum akhirnya menetapkan Ziyad (Taman Zakat) sebagai Ketua FOZ Jatim periode 2025–2028, didampingi Achmad Fatkhurrozi (YBM PLN) sebagai Sekretaris dan M. Syafi’i (Mandiri Amal Insani) sebagai Bendahara Umum.

ketua terpilih FOZ Jatim

Lebih dari sekadar forum reorganisasi, Muswil ke-7 ini juga menjadi ruang refleksi arah besar gerakan zakat di masa depan. Para peserta sepakat bahwa kerja zakat tidak lagi hanya berorientasi pada angka dan transaksi, melainkan pada upaya memperluas pemahaman dan edukasi publik tentang zakat sebagai ibadah sosial yang fundamental. FOZ Jatim mendorong agar orientasi gerakan zakat bertransformasi dari sekadar fundraising menjadi friendraising dengan membangun jaringan, berbagi ilmu, dan menebar kolaborasi lintas lembaga.

Dalam semangat itu, sinergi antar-lembaga zakat di Jawa Timur diharapkan terus tumbuh, tak hanya dalam pengumpulan dan penyaluran dana, tetapi juga dalam riset kemiskinan, pemetaan isu sosial, serta pengembangan klaster tematik seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan tanggap bencana.

Muswil FOZ Jatim ke-7 menjadi penanda bahwa gerakan zakat bukan hanya tentang angka, melainkan tentang arah. Tentang keberanian untuk bergerak bersama, saling menguatkan, dan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa zakat adalah ibadah yang menebarkan keberkahan bagi seluruh umat.