Forum Zakat – Di tengah tantangan ekonomi dan tingginya angka pengangguran di usia produktif, muncul program Paradaya Movement 2.0 yang membawa harapan baru bagi masyarakat muda prasejahtera untuk bangkit dan mandiri.
Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah inisiatif kolaboratif yang dirancang untuk menciptakan perubahan nyata. Diinisiasi oleh ParagonCorp, bersama Forum Zakat (FOZ), Sekolah Amil Indonesia, dan berbagai Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di seluruh Indonesia, Paradaya Movement hadir dengan visi besar mempercepat kemandirian masyarakat melalui pelatihan vokasi, pendampingan, dan penempatan kerja.
Melalui program ini, para mustahik atau penerima manfaat zakat diberi kesempatan untuk bertransformasi menjadi individu berdaya, bahkan menjadi muzakki di masa depan. Sebuah perjalanan menuju kemandirian, di mana bantuan bukan lagi tujuan akhir, melainkan awal dari perubahan yang berkelanjutan.
Program Percepatan Masyarakat Muda Berdaya
Paradaya Movement memiliki fokus utama untuk menekan angka pengangguran dengan meningkatkan keterampilan vokasi masyarakat muda. Peserta program akan mengikuti pelatihan berbasis keahlian yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, disertai pendampingan intensif dari lembaga zakat mitra.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, Paradaya juga membangun karakter, kepercayaan diri, serta semangat kemandirian. Peserta didorong untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang, membangun usaha, dan berkontribusi bagi lingkungannya.
Kesuksesan Paradaya tidak lepas dari peran besar berbagai lembaga zakat nasional yang menjadi kolaborator. Tahun ini, Paradaya Movement 2.0 bekerja sama dengan 15 lembaga.
Di antaranya, LMI, DT Peduli, BAZNAS, Inisiatif Zakat Indonesia, ESQ Kemanusiaan, Insan Bumi Mandiri, Rumah Zakat, Sinergi Foundation, DDII, Dompet Dhuafa, Human Initiative, Baitul Maal Hidayatullah, Baitulmaal Munzalan Indonesia, LAZ Al Azhar, dan Rumah Amal Salman.
Setiap lembaga membawa keunikan, jaringan, serta pendekatan pemberdayaan masing-masing. Namun mereka dipersatukan oleh satu tujuan bersama, memastikan para penerima manfaat yang berasal dari golongan asnaf (penerima zakat), mendapatkan kesempatan yang setara untuk tumbuh menjadi pribadi mandiri dan produktif.
Masih Ada Kesempatan untuk Bergabung
Secara resmi, masa pendaftaran Paradaya Movement 2.0 telah berakhir pada 26 Oktober 2025. Namun, beberapa lembaga kolaborator masih membuka peluang bagi calon peserta yang belum sempat mendaftar, karena kuota di beberapa wilayah masih tersedia.
Bagi masyarakat muda yang memenuhi kriteria berikut, WNI berusia 18–35 tahun, berasal dari keluarga prasejahtera, memiliki semangat belajar tinggi, dan siap mengikuti pelatihan penuh, kesempatan ini masih terbuka.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi paradaya.id. Prosesnya sederhana, calon peserta cukup membuat akun, mengisi biodata sesuai identitas diri, memilih program pelatihan yang diminati, serta melengkapi formulir pendaftaran sesuai ketentuan. Setelahnya, tim dari lembaga zakat mitra akan melakukan verifikasi dan wawancara untuk memastikan kesiapan serta motivasi peserta.
Paradaya Movement adalah wujud nyata dari semangat kolaborasi dan kepedulian sosial. Ia tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi mengubah paradigma penyaluran menjadi pemberdayaan. Di tangan para peserta, zakat bukan lagi sekadar bantuan jangka pendek, melainkan bahan bakar untuk perubahan yang berkelanjutan.
Bagi para pemuda yang ingin bangkit, memperbaiki kehidupan, dan menjadi bagian dari gerakan sosial yang berdampak luas, Paradaya Movement 2.0 adalah ruang untuk tumbuh bersama. Karena pada akhirnya, kemandirian bukan hanya tentang berdiri di atas kaki sendiri, tetapi tentang memberi makna dan manfaat bagi orang lain.









