Kolaborasi Ruang Amal dan BMPK Perluas Akses Kerja bagi Masyarakat Rentan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
LAZ BMPK vokasional

Forum Zakat, Jawa Tengah – Ruang Amal Indonesia bersama Baitul Maal Pupuk Kujang (BMPK) menghadirkan peluang kerja bagi masyarakat rentan melalui program pelatihan vokasi. Inisiatif ini ditujukan bagi keluarga dhuafa agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

Program bertajuk Pelatihan Siap Kerja Skema Operator Jahit Sepatu dan Pendampingan Penempatan Kerja Industri dilaksanakan pada 8–14 Juni 2026 di Islamic Center Brebes, Jawa Tengah. Sebanyak 50 peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Mayoritas peserta berasal dari Kabupaten Brebes sebanyak 45 orang, sementara sisanya berasal dari Kabupaten Purbalingga (1 orang) dan Kabupaten Karawang (4 orang). Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membuka akses menuju pekerjaan formal.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi bagi kelompok masyarakat rentan. Selain pelatihan, peserta juga mendapatkan pendampingan hingga tahap rekrutmen dan penempatan kerja di sektor industri.

CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet, menegaskan bahwa pelatihan vokasi harus mampu menjawab dinamika kebutuhan dunia kerja. Ia berharap program ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang masih kesulitan memperoleh pekerjaan yang layak.

“Kemiskinan tidak cukup ditangani dengan bantuan jangka pendek. Diperlukan upaya yang mampu meningkatkan kapasitas individu sekaligus membuka akses terhadap sumber penghidupan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui Program Amal Vokasi, lanjut Slamet, peserta tidak hanya dibekali keterampilan sesuai kebutuhan industri, tetapi juga diberikan peluang kerja nyata sebagai langkah menuju kemandirian ekonomi.

Di sisi lain, Direktur Operasional BMPK, Dhimas Mukhlas Al Ghifari, menekankan pentingnya program pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang. Ia menyebutkan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi besar sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap peserta dapat meningkatkan kualitas hidupnya serta memberikan dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” ungkap Dhimas.

Program ini juga mendapatkan apresiasi dari pihak industri. Supervisor HR Recruitment PT Tah Sung Hung Brebes, Khris Tina, mengungkapkan bahwa perusahaannya membutuhkan sekitar 3.000 tenaga kerja baru setiap bulan.

Menurutnya, pelatihan semacam ini mampu menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja terampil, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Selama tujuh hari pelaksanaan, peserta memperoleh pelatihan teknis operator jahit sepatu, pembekalan kesiapan kerja, serta penguatan karakter. Mereka juga didampingi dalam proses rekrutmen hingga penempatan kerja di sektor manufaktur.

Dengan skema tersebut, peserta diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk terserap ke dunia kerja formal. Program ini juga menjadi bentuk optimalisasi dana sosial keagamaan untuk pemberdayaan masyarakat secara produktif.

Ruang Amal Indonesia dan BMPK berharap sinergi ini mampu menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga hingga kontribusi nyata dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.