Forum Zakat, Jakarta – Tantangan pembangunan yang semakin kompleks menuntut pendekatan yang tidak hanya komprehensif, tetapi juga kolaboratif lintas sektor. Menjawab hal tersebut, Pusat Riset Kependudukan (PRK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka peluang kerja sama riset dengan berbagai mitra guna memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat di Indonesia.
Kepala PRK BRIN, Ali Yansyah Abdurrahim, mengungkapkan bahwa PRK didukung oleh sekitar 100 peneliti yang tergabung dalam 13 kelompok riset dengan beragam keahlian di bidang kependudukan dan pembangunan.
Ia menekankan bahwa hasil riset akan memberikan manfaat optimal apabila mampu diterjemahkan menjadi program dan intervensi yang tepat sasaran. Oleh karena itu, keterlibatan mitra yang memiliki pengalaman langsung di lapangan dinilai sangat penting agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan secara luas, baik oleh masyarakat maupun pembuat kebijakan.
Hal tersebut disampaikan dalam forum silaturahmi dan rapat koordinasi bersama Forum Zakat (FOZ) yang berlangsung di KST Sarwono Prawirohardjo BRIN, Jakarta, Kamis (18/6).
Ali juga menegaskan bahwa persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara lembaga riset, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menghasilkan solusi yang relevan dan berdampak nyata.
Dalam sesi diskusi penajaman dan finalisasi naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS), Peneliti sekaligus Koordinator Program 1 PRK BRIN, Rusli Cahyadi, menjelaskan bahwa PRK memiliki cakupan kepakaran yang luas, meliputi isu mobilitas penduduk, dinamika keluarga, kesehatan masyarakat, kemiskinan dan perlindungan sosial, ketenagakerjaan, hingga kerentanan penduduk dan kebencanaan.
Menurut Rusli, keberagaman bidang keahlian tersebut membuka ruang kolaborasi yang besar untuk menghasilkan pengetahuan yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, kolaborasi juga dapat meningkatkan pemanfaatan hasil riset dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.
Salah satu bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan adalah kajian dampak terhadap program-program pemberdayaan yang telah dijalankan oleh organisasi masyarakat. Ia menilai, banyak program yang memberikan manfaat nyata, namun belum terdokumentasikan secara sistematis melalui pendekatan ilmiah.
“Kita bisa bersama-sama menunjukkan sejauh mana dampak yang dihasilkan, mulai dari jumlah penerima manfaat, perubahan yang terjadi, hingga faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program,” jelas Rusli.
Ia menambahkan bahwa pengukuran dampak dapat dilakukan melalui pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Selain menyajikan data statistik, riset juga mampu menggali pengalaman dan proses perubahan yang dialami individu maupun komunitas, sehingga memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai efektivitas intervensi sosial.
Rusli juga menegaskan bahwa kolaborasi riset tidak hanya menghasilkan publikasi populer, tetapi juga karya ilmiah yang dapat memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan. Tema-tema riset PRK BRIN seperti perlindungan sosial, pembangunan keluarga, kesehatan masyarakat, kebencanaan, dan pembangunan berbasis komunitas dinilai sangat relevan dengan program pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bidang V Inovasi dan Literasi FOZ, Eko Muliansyah, menilai bahwa sinergi antara lembaga riset dan organisasi masyarakat memiliki potensi besar dalam memperluas dampak pembangunan.
Menurutnya, setiap lembaga memiliki keunggulan masing-masing. Jika BRIN memiliki kekuatan pada riset dan laboratorium ilmiah, maka organisasi masyarakat memiliki pengalaman langsung di lapangan sebagai “laboratorium sosial”.
“Kolaborasi ini menjadi penting untuk memperkuat dampak yang ingin dihadirkan bagi masyarakat,” ujarnya.
Eko juga menambahkan bahwa berbagai praktik baik dan inovasi yang berkembang di masyarakat menyimpan banyak pembelajaran berharga yang perlu didokumentasikan dan dikaji lebih lanjut. Dengan dukungan riset yang kuat, pengalaman tersebut dapat diolah menjadi pengetahuan yang lebih sistematis dan menjadi referensi dalam pengembangan program di berbagai wilayah.
Melalui kolaborasi yang menghubungkan kekuatan akademik dan pengalaman lapangan, BRIN berharap dapat menghasilkan pengetahuan, inovasi, serta rekomendasi berbasis bukti yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmiah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.









