Forum Zakat — Forum Zakat (FOZ) kembali menggelar Ruang Tengah Inovasi Fundraising dengan tema “The Living Qur’an Jar”, Kamis (30/10). Kegiatan ini menghadirkan para pegiat zakat dari pimpinan lembaga serta amil di seluruh Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dan menggali inspirasi pengelolaan dana zakat berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Kegiatan yang digelar secara daring itu diawali sambutan oleh Imam Nawawi, Anggota Bidang Inovasi dan Literasi FOZ Nasional sekaligus Kepala Humas BMH Pusat. Dalam pengantarnya, ia menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan spiritual, tetapi pedoman hidup yang menuntun manusia menuju kebaikan.
Ia menuturkan bahwa ciri ulul albab adalah mereka yang berpikir logis tentang penciptaan dan mengembalikan segala urusan kepada Allah. Al-Qur’an memberi arah hidup yang jelas, salah satunya melalui perintah untuk berbuat baik dan bersedekah sebagaimana dalam Surat An-Nisa ayat 114.
Ia juga menyoroti fenomena konten negatif atau brain rot yang kian marak di media sosial, menyebabkan banyak orang jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an. Menurutnya, hanya dengan kembali kepada Al-Qur’an umat dapat menjaga diri dari kekosongan makna hidup.
“Menjadi ulul albab berarti memahami Al-Qur’an secara mendalam dan meneladankannya dalam tindakan. Dengan itu, hidup kita dipenuhi cahaya kebenaran,” tambahnya.
Senada, Sudarmanto, CEO LAZNAS Abulyatama Indonesia, mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai solusi nyata dalam kehidupan. Ia mengungkapan The Living Qur’an Jar hadir untuk mendekatkan Al-Qur’an dalam keseharian kita yang bukan hanya dibaca, tapi dihidupkan dalam tindakan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi utama bersama Rezha Rendy, Founder PPA Institute dan penggagas gerakan The Living Qur’an. Ia mengajak seluruh anggota FOZ untuk menghidupkan semangat kolaborasi dalam inovasi fundraising.
Menurut Rezha, penggalangan dana di lembaga zakat bisa menghadirkan inovasi yang bersandar pada nilai spiritual Al-Qur’an. Melalui program The Living Qur’an Jar, ia mendorong amil zakat untuk mengintegrasikan nilai-nilai ketauhidan dalam strategi penghimpunan dana.
Mengingat fundraising bukan sekadar aktivitas mengumpulkan dana, tapi bagian dari dakwah yang menumbuhkan kesadaran berinfak dan berbagi kebaikan.
Selain sesi materi, kegiatan ini juga diwarnai dengan testimoni dari Mirani Mauliza yang menyoroti pentingnya sinergi antar-LAZ dalam menebar manfaat bagi umat.
Melalui Ruang Tengah Inovasi Fundraising, FOZ berharap gerakan zakat nasional semakin kokoh dengan landasan Al-Qur’an yang hidup dalam keseharian para amil dan muzakki. Sebagaimana yang diingatkan pada sambutan, “Dengan Al-Qur’an, kita tidak hanya menjaga diri, tapi juga saling menguatkan agar Islam hadir dengan indah,” tutup Imam Nawawi.









