Forum Zakat – Forum Zakat (FOZ) resmi menggelar kegiatan sosialisasi Zakat Award 2025 pada Rabu, 10 September 2025 lalu. Bertempat secara daring, kegiatan ini menjadi momentum awal menjelang ajang tahunan penghargaan bagi lembaga zakat di Indonesia, yang tahun ini mengusung tema “Kuatkan Dampak, Bangun Peradaban.”
Acara dibuka oleh Teguh Samudra, Manager Bidang V Inovasi & Literasi FOZ yang juga menjadi moderator. Dalam sambutannya, Ketua Bidang V FOZ, Eko Muliansyah, menegaskan bahwa Zakat Award bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang untuk mengidentifikasi dan mereplikasi praktik terbaik dari berbagai lembaga zakat.
“Harapannya, program-program unggulan dapat teridentifikasi, menjadi inspirasi, dan mampu berdampak nyata bagi mustahik,” ujar Eko.
Ia juga menekankan pentingnya Zakat Award sebagai kontribusi ekosistem zakat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana zakat diharapkan menjadi salah satu instrumen pembangunan berkeadilan sosial.
Tiga Kategori Kompetisi, Satu Semangat Kolaborasi
Dalam sesi pemaparan teknis, Wakil Ketua Bidang V FOZ, Humairoh Anahdi, menjelaskan bahwa Zakat Award 2025 terdiri dari tiga kategori utama:
- Program Inisiatif: mencakup enam pilar zakat: pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, kemanusiaan, dan advokasi.
- Governance & Operation Initiative: menilai tata kelola, inovasi digital, keberlanjutan keuangan, hingga manajemen anti-penyuapan.
- Fundraising Initiative: fokus pada strategi penggalangan dana, kampanye kreatif, dan gerakan komunitas.
Pendaftaran dimulai pertengahan September hingga akhir Oktober 2025. Setelah itu, akan dilakukan seleksi awal, showcase daring pada November, dan penganugerahan pada CEO Forum akhir November.
Humairoh menekankan bahwa pembatasan maksimal tiga portofolio per lembaga dimaksudkan agar peluang bisa lebih merata. Selain penghargaan, semua peserta akan mendapat umpan balik dari juri, sertifikat, serta publikasi portofolio dalam katalog yang akan dibagikan ke berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan NGO internasional.
“Ajang ini bukan untuk saling menjatuhkan, tapi berbagi inspirasi,” ungkap Humairoh.
Pembelajaran dari Pemenang Zakat Award 2024
Sesi testimoni menghadirkan dua pemenang Zakat Award 2024. Imam Hidayat dari LAZ Harapan Dhuafa mempresentasikan program edukasi dan konservasi terumbu karang di Banten. Program ini dinilai sukses mengintegrasikan zakat dengan isu lingkungan secara nyata dan berkelanjutan.
“Konsep program harus kuat sejak awal, dari pengkajian sampai keberlanjutan. Itu yang kami buktikan ke dewan juri,” kata Imam.
Sementara itu, Romi Hardiansyah dari Rumah Amal Salman membagikan pengalamannya melalui inovasi layanan muzaki berbasis WhatsApp Bot yang memungkinkan donasi 24 jam tanpa aplikasi tambahan.
“Program unggulan itu banyak, yang membedakan adalah bagaimana desainnya lengkap, berbasis data, dan berdampak,” jelas Romi.
Romi juga mengungkap bahwa saat ini lembaganya tengah mengembangkan layanan donatur berbasis AI.
Acara ditutup dengan refleksi dari para narasumber. Imam Hidayat menyebut Zakat Award sebagai ruang untuk fastabiqul khairat dan perbaikan berkelanjutan. Sementara Romi mengingatkan bahwa portofolio program lembaga zakat bukan hanya prestasi, tapi juga saksi atas kontribusi sosial lembaga di hadapan Tuhan.
Forum Zakat berharap, Zakat Award 2025 dapat menjadi pemicu semangat bagi lembaga-lembaga zakat untuk terus melahirkan inovasi yang berdampak dan relevan, menuju ekosistem zakat yang kuat, kolaboratif, dan berorientasi pada perubahan sosial yang lebih luas.









