Zakat goes to Campus, UNHAS Harap Akademisi Buat Karya Ilmiah Tentang Zakat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Forumzakat – Wadek akademik dan kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Sulawesi Selatan, Dr. Maskun,S.H.,L.LM. berharap mahasiswa dan akademisi memanfaatkan zakat dan pengelolaannya sebagai karya ilmiah. “Produk karya ilmiah ini nantinya dapat digunakan sebagai literasi bagi masyarakat dalam memahami hukum islam,” ungkapnya. Gagasan ini juga turut diamini oleh Guru Besar Fakultas Hukum UNHAS, Prof. Dr. H. M. Arfin Hamid, S.H., M.H, ia menyebut akademisi perlu mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan regulasi dan aturan yang berlaku pada pengelola zakat dan zakat itu sendiri.

Hal ini disampaikannya pada agenda Zakat goes to Campus, ‘Optimalisasi Gerakan Zakat di Sulawesi Selatan, Mahasiswa Bisa Apa?’, di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, kegiatan kolaborasi antar Forum Zakat dan BEM Fakultas Hukum, pada Kamis (31/8/2023).

Senada, Sekretaris Umum Forum Zakat Nasional, Irvan Nugraha mengatakan mahasiswa diharapkan terlibat dalam memperluas sosialisasi dari zakat ke Masyarakat. “Secara nasional indeks literasi zakat itu ada diangka 72,5. Dan akan terus didorong untuk sosialisasi yang merata ke berbagai daerah serta kaum GenZ,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan, mahasiswa UNHAS juga dapat mencontoh semangat berjuang Sultan Hasanuddin Pahlawan yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur. “Kita tau Sultan Hasanuddin dikenal sebagai sosok yang tegas, berani, dan pantang menyerah, serta berjuang dengan penuh kebanggaan. Maka dengan bangga kita melakukan kolaborasi antara FOZ dan BEM UNHAS untuk memajukan Gerakan Zakat dan mensejahterakan masyarakat Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Saat ini, FOZ memiliki program yang bersentuhan dengan mahasiswa mulai dari pemagangan yaitu Program Kampus Zakat dan Kompartemen Beasiswa.

Sementara, ketua DPRD Prov. Sulawesi selatan Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si mengatakan mahasiswa harus menjadi subjek dalam gerakan zakat. “Melalui gerakan zakat, mahasiswa dapat turut serta dalam  pembangunan masyarakat sosial di wilayah sulawesi selatan,” ungkapnya.

Perwakilan Kemenag M. Bakri Se.MM menyebut saat ini penghimpunan zakat masih rendah “Diharapkan mahasiswa menjadi garda terdepan dalam literasi zakat,” tandasnya.

Hal ini turut diamini Ketua Forum Zakat Wilayah Sulawesi Selatan, Amir, ST ia menyebut mahasiswa dapat menjadi bagian dari edukasi zakat.

Sementara, Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel Drs. H.Nur Syamsu Sultan, MAP, berharap media massa dapat membantu menguatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. “Kami berharap dengan perannya mahasiswa dalam menggunakan media informasi bisa menekankan fakta dibandingkan opini pribadi,” tegasnya.

Presiden BEM FH UNHAS, Yasser Fauzan, mengungkapkan ucapan terimakasih atas kolaborasi FOZ dan BEM FH UNHAS. “Terimakasih sudah membuka ruang untuk ikut berpartisipasi bagi mahasiswa, insyaAllah kesempatan ini akan dipergunakan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Kegiatan ZGTC diadakan selama dua hari yang diawali dengan Zakat Expo dan pembukaan seleksi bantuan biaya pendidikan, pemagangan dan lomba video & opini. Sejumlah Organisasi Pengelola Zakat di Sulsel turut terlibat yaitu, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, YBM PLN, BMH, Yatim Mandiri, Al Azhar, LazisMu dan WIZ. (*)