Forum Zakat, Jakarta – Forum Zakat (FOZ) kembali menginisiasi ruang temu kolaborasi melalui FGD Harmonisasi Data Zakat Nasional yang diselenggarakan pada 9 Juli 2026 di Gedung Dakwah Hidayatullah. Forum ini menjadi langkah awal untuk menyatukan perspektif antar anggota dalam membangun sistem data zakat yang lebih terintegrasi, relevan, dan berdampak.
Diskusi berlangsung hangat dengan mengangkat satu pertanyaan kunci: “Untuk apa data ini akan dimanfaatkan?” Dari sini, para peserta sepakat bahwa harmonisasi data bukan sekadar soal pengumpulan, tetapi tentang bagaimana data dapat menjadi alat penguat intervensi program, meningkatkan efektivitas penyaluran, serta memperluas dampak zakat secara nasional.
Hasil survei awal yang disampaikan FOZ menunjukkan bahwa kebutuhan akan standarisasi dan efisiensi data menjadi perhatian bersama. Meskipun sebagian besar lembaga telah menggunakan acuan yang sama, praktik di lapangan masih beragam, baik dari sisi definisi, perhitungan, hingga struktur pelaporan.
Dalam forum ini, berbagai perspektif menguatkan bahwa integrasi data akan sangat membantu:
- Memudahkan identifikasi dan intervensi mustahik
- Menghindari duplikasi bantuan
- Memperkuat pengukuran dampak program
- Menjadi basis advokasi kebijakan ke depan
Namun demikian, diskusi juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kolaborasi dan kemandirian lembaga. Setiap OPZ memiliki karakteristik, sistem, serta data internal yang perlu dijaga. Karena itu, FOZ dipandang lebih tepat berperan sebagai fasilitator dan aggregator, bukan sebagai pengelola tunggal data.
Sebagai langkah awal, forum mengarah pada pendekatan bertahap:
- Memulai dari data yang sudah tersedia di masing-masing lembaga
- Menyepakati standar format dan definisi data
- Menentukan jenis dan kedalaman data yang dihimpun
- Mengatur frekuensi pelaporan yang efektif
Selain itu, muncul juga dorongan untuk mengembangkan sistem yang lebih adaptif, seperti integrasi berbasis open API, sehingga proses pelaporan dapat lebih efisien tanpa menambah beban input bagi lembaga.
Ketua Bidang V FOZ, Eko Muliansyah, menegaskan bahwa harmonisasi data ini bukan untuk menambah kompleksitas, tetapi justru untuk memudahkan dan memperkuat peran zakat. Data diharapkan menjadi kekuatan bersama yang mampu menunjukkan kontribusi nyata OPZ dalam mengurangi kemiskinan, bahkan hingga level desa.
Mari Melangkah Bersama
FGD ini menjadi langkah awal dari proses panjang yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh anggota. FOZ mengajak seluruh OPZ untuk terus berpartisipasi dalam proses perumusan, uji coba, hingga implementasi harmonisasi data zakat nasional.
Kolaborasi ini hanya akan kuat jika dibangun di atas kepercayaan, keterbukaan, dan semangat bersama untuk menghadirkan dampak yang lebih luas.
Mari kita optimalkan potensi ini untuk data yang lebih rapi dan zakat yang lebih berdampak.









