Ketua BAZNAS: Masyarakat Lebih Patuh Membayar Zakat

Keinginan masyarakat membayar zakat menurut Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Bambang Sudibyo dinilai sudah melampaui kepatuhan wajib pajak , hal itu karena lembaga -lembaga zakat yang ada sudah melakukan pembuktian dan pertanggungjawabannya kepada masyarakat, hal yang jarang dilakukan institusi-institusi pajak. “Kalau mau masyarakat patuh, negara harus bisa membuktikan,” kata Bambang sepeti dikutip Republika.co.id, Ahad (14/8).

Zakat Lebih Baik Dari Pajak

Dibandingkan dengan pajak, zakat menurut Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati dinilai memiliki kelebihan dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Karena, selama ini sistem yang ada memang terbilang sangat rumit dan tidak jelas, bahkan untuk orang yang dengan suka rela ingin membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

BAZNAS Resmikan Pusat Kajian Strategis

Untuk memperkuat pembangunan zakat nasional, penyusunan indikator-indikator pengelolaan zakat nasional dan menerbitkan secara berkala laporan singkat pengelolaan zakat dalam bentuk Berita Resmi Pengelolaan Zakat Nasional, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Pusat Kajian Strategis Baznas di Jakarta, Senin (8/8).

YDSF Telah Tingkatkan Kompetensi 357 Guru

Berdasarkan data Balitbang Depdiknas (2008) menyatakan bahwa dari 146.052 Sekolah Dasar (SD) di Indonesia ternyata hanya 8 sekolah yang mendapatkan pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). Hal ini menunjukkan masih rendahnya kualitas SD di Indonesia dan juga guru SD di Indonesia dinyatakan belum layak mengajar. Terlihat juga dari presentase guru SD menurut kelayakan mengajar dalam tahun 2007-2008, hanya mencapai 21,07 persen (negeri) dan 28,94 persen (swasta).